2.3.16

Merbabu Trip, Februari 2016

Pada dasarnya saya menyukai gunung yang menyediakan pemandangan hijau sejauh mata memandang. Setelah Rinjani, saya memilih untuk mengunjungi Merbabu, salah satu gunung yang berada di Jawa Tengah.



Hujan mulai menemani kami saat tiba di posko pendakian gunung Merbabu, sebentar surut namun tak lama kemudian hujan kembali datang. Daripada menunggu terlalu lama, kami memutuskan untuk berjalan dibawah rintikan hujan. Tentunya dengan menggunakan jas hujan yang memang sudah dipersiapkan. Kami memilih jalur Selo untuk jalur pendakian sekaligus untuk jalur turun. Saya lupa kapan tepatnya kami sampai di pos 3 sebelum Sabana 2 tempat kami berkemah, maklum saja saya selalu lupa untuk melihat jam. Kami memutuskan untuk berkemah di pos 3 karena saat itu hari sudah gelap dan hujan semakin deras disertai angin kencang. Rombongan kami yang terdiri dari 6 orang terpisah menjadi dua rombongan. Genta – Aisha – dan saya sampai lebih dulu dan membangun tenda dibawah hujan deras. Tidak berapa lama Tiqa & Morang sampai di pos 3, lalu dimana Dzaki? Ternyata kaki Dzaki keram sehingga dia menunggu bala bantuan datang, turunlah Genta untuk membantu Dzaki.


Tidak perlu ditanya betapa menggigilnya kami saat itu, jari-jari tangan bahkan sudah tidak bisa dirasakan. Baju kami semua basah, entah darimana masuknya air hujan padahal kami sudah mengenakan jas hujan. Ketika satu tenda sudah tegak, saya – Morang – Tika langsung masuk untuk menghangatkan tubuh. Sementara tidak berapa lama Genta & Dzaki datang, Aisha masih tetap membangun tenda kedua bersama Genta. Nasib mendaki gunung di musim hujan, he-he. Setelah semalaman ditemani hujan badai dan kejadian kaki Dzaki yang mendadak keram, akhirnya menjelang pagi hujan pun mulai reda. Hanya rintikan halus menyerupai embun, menjelang jam 9 pagi, kami bersiap-siap untuk menuju puncak Kenteng Songo. Bersyukur banget selama perjalanan menuju puncak cuaca cerah, langit biru dan gumpalan awan-awan yang menyerupai cotton candy menemani perjalanan kami. Kami juga bisa melihat puncak Merapi yang sangat gagah, semoga dalam waktu dekat bisa kesana. Aamiin.









Melihat Sabana dan bukit penyesalan mengingatkan saya kepada Rinjani, tapi Merbabu bisa dikatakan sebagai bentuk mini dari Rinjani. Kenapa? Karena Rinjani punya tujuh bukit penyesalan, sementara Merbabu punya 3. Sama-sama bikin kaki cenat-cenut sih, tapi sepadan dengan pemandangan yang disajikan. Sangat disayangkan ketika sampai di puncak, cuaca berubah drastis menjadi mendung dan kabut pun turun. Sehingga kami tidak bisa melihat pemandangan dari atas puncak Merbabu. Tapi cukup adil rasanya dikala musim hujan seperti ini Merbabu tidak melulu menurunkan hujan. Jadi, bisa dibilang kami mendapat semua paket, mulai dari kehujanan dan menggigil, matahari yang mengintip malu-malu, hingga kabut tebal yang menutupi sebagian keindahan gunung Merbabu. 


Ika
02/03

Tidak ada komentar:

Posting Komentar