19.3.16

Menyampaikan Harapan Kecil Kepada Senja


Senja.

Kalau melihat senja aku mendadak ingin jadi romantis. Meski sendirian, pikiranku tetap akan menguap kemana-mana. Menimbulkan gelembung-gelembung imajinasinya sendiri. Salah satunya dan yang paling kuingat adalah saat aku dan kamu menikmati senja bersama. Tidak perlu ditempat yang mewah, hanya di bukit belakang rumah. Kala itu, kita bergandengan tangan dengan nyaman. Hatiku pun tidak lagi berdegup kencang. 

Kita berdua sama-sama tahu kalau senja tidak perlu dinikmati dengan riuh. Tidak perlu banyak kata, karena kita berdua menikmati senja dalam diam. Tenang, seperti rindu yang ditabung pelan-pelan dan penuh kesunyian. Kamu pun seperti kehilangan kata, tapi matamu mengisyaratkan semuanya. Kerinduan yang sekian lama telah kamu tabur lewat udara akhirnya berujung pada pertemuan kita dengan senja. Di sini, berdua.

Lewat senja aku ucapkan harapan paling dalam yang selalu menguap tak karuan. Semoga esok tidak lagi aku nikmati senja sendirian. Bukan apa-apa, kasihan rindu-rindu ini belum menemukan tuan. 

Oh, Tuhan jangan Kau katakan kalau permintaan aku ini terlalu tinggi.

Ika
19/03
lokasi foto: Plawangan Sembalun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar